Belum ada jadwal kajian mendatang. Silakan cek kembali saat jadwal terbaru sudah tersedia.
Pada bulan Desember 1902, dua orang pedagang yang bernama Khabibulla Akbulatov dan Sabirzyan Bakirov menghibahkan sebidang tanah milik mereka di jalur Vypolzov untuk mendukung kegiatan Syekh Orenburg Mohammedan.[4][5] Pada Mei 1904, Syekh Orenburg Mohammedan mengajukan petisi untuk pembangunan rumah ibadah bagi umat Islam. Pada bulan Juni tahun yang sama, proyek arsitek Nikolai Zhukov disetujui. Konstruksi dilaksanakan berkat donasi dari pedagang Tatar yaitu Salih Yerzin, selesai pada akhir tahun 1904. Untuk mengenang sang dermawan, sebuah plakat peringatan dipasang di fasad masjid pada tahun 1999. Pada tahun 1913, masyarakat mendapat izin untuk membangun bangunan tempat tinggal di halaman masjid. Selain apartemen, di halaman itu juga terdapat sekolah agama orang Tatar. Namun setelah revolusi tahun 1917, sekolah agama tersebut berubah menjadi sekolah sekuler. Selama periode Soviet, masjid ini tidak ditutup dan bahkan menjadi satu-satunya masjid yang berfungsi di Rusia Tengah setelah tahun 1936, ketika masjid Moskow pertama ditutup. Pada tahun yang sama menerima status Katedral atau setara dengan masjid Jami. Selama Perang Patriotik Besar, Muslim Moskow mengumpulkan dana untuk membangun kolom tank untuk Tentara Merah, yang pada tahun 1944 sebuah pesan Telegram dengan ucapan terima kasih dari Josef Stalin dikirim ke nama Imam Khalil Nasretdinov. Pada tahun 1950-an-1970-an, masjid ini dikunjungi oleh para pemimpin negara-negara Asia-Afrika, pemimpin gerakan pembebasan nasional dan delegasi parlemen. Sebelum Olimpiade Musim Panas Moskow tahun 1980, masjid yang terletak di sebelah kompleks olahraga Olimpiysky yang sedang dibangun itu terancam dibongkar. Masjid tersebut diselamatkan oleh tokoh agama Moskow dan duta besar negara Arab. Pada tahun 1994, atas prakarsa Mufti Rawil Gaynetdin, Sekolah Tinggi Spiritual Islam Moskow didirikan di wilayah masjid, dan pada 1995 berubah nama menjadi Universitas Islam Moskow.