Belum ada jadwal kajian mendatang. Silakan cek kembali saat jadwal terbaru sudah tersedia.
Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA Masjid Agung Riadhusshalihin adalah masjid terbesar yang berada di kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 1966 dan merupakan salah satu wisata religius kebanggaan warga Barabai.[1][2] Pembangunan Masjid Agung didasarkan dari niat Amirmachmud sewaktu menjadi Panglima Kodam X Lambung Mangkurat, dalam satu kesempatan kunjungannya ke Barabai, ia berniat mendirikan sebuah masjid dengan membeli sebidang tanah dengan harga Rp 1 Juta yang kemudian diwakafkan kepada Panitia Pembangunan Masjid. Niat untuk membangun Masjid dari Amirmachmud mendapat tanggapan positif dari banyak pihak. Sealanju Tuan Guru KH. Muhammad As’ad bin Haji Muhammad Yusuf (Ulama Muhaditsin) brserta tokoh masyarakat Hulu Sungai Tengah berinisiatif dan sepakat membentuk Panitia Pembangunan Masjid dngan susunan sebagai berikut : 1. Ketua Umum : KH. Muhammad As’ad bin Haji Yusuf 2. Ketua I : KH. Abdul Hamid Karim 3. Ketua II : KH. Muhammad Dahlan ( Qadhi ) 4. Sekretaris : Haji Bihdar Rasyidi ( Sekda Hulu Sungai Tengah ) 5. Bendahara : H. Abdurrahman ( Komisaris Polisi ) Dalam pemufakatan diputuskan lokasi pembangunan Masjid “ Riadhussalihin “ dipilih di tengah Kota Barabai dan semenjak itulah mengalir sumbangan warga masyarakat atara lain : 1. Menerima subangan wakaf masyarakat sekitar berupa sawah guna perluasan lokasi. 2. Menerima wakaf berupa uang dan bahan bangunan. 3. Melaksanakan gotong royong selama berbulanbulan untuk mengambil bahan bangunan seperti pasir, tanah dan lainnya. Keinginan masyarakat Kota Barabai untuk memiliki Masjid yang besar dan monumental telah terwujud. Di atas bangunan darurat bertiang bamboo, di atas hamparan pasir dan beratapkan “hambitan “ daun rumbia pada awal tahun 1977 dimulailah shalat jum’at pertamakali di masjid tersebut yang bertindak sebagai : 1. Khatib : Tuan Guru Haji Hasan Ahmad 2. Imam : Haji Djazuli 3. Muazzin : Haji Samsuni Shaleh Lokasi tanah Masjid Agung Riadhussalihin Barabai Sangat mendukung dalam rangka Untuk Pengembangan Masjid ke depan seperti penataan pekarangan, taman dan bangunan lainnya. Tanah Komplek Masjid ini tidak kepalang tanggung, sesuai dengan Sertifikat Tanah Bukti Pemegang Hak Pakai Nomor 1 Tahun 1978 dengan gambar Sertifikat Nomor 148 1978 Kantor Agraria Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Berbagai pertimbangan Teknis dan adanya perhatian Pemerinta Kabupaten Hulu Sungai Tengah khususnya dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Masjid ini telah mengalami beberapa renovasi. Bantuan untuk pembangunan mengalir dari para donator baik dari warga sekitar hingga luar daerah bahkan dari Presiden RI, Kementerian Agama RI dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang mengalokasikan dana khusus untuk rampungnya pembangunan Masjid Agung. Bantuan yang pernah diterima adalah sebagai berikut : 1. Tahun 2000 sebanyak Rp. 2 Milyar 2. Tahun 2005 sebanyak Rp. 3,8 Milyar 3. Tahun 2010 sebanyak Rp. 6,9 Milyar. Seiring waktu pembangunan Masjid Agung terus mengalami perubahan dan perbaikan, dari desain lama ke desain baru sehingga bangunan Masjid semakin kokoh, megah dan indah dipadu warna menghijau yang khas, atap kubah juga diganti agar tidak bocor lagi. Perubahan juga terjadi bentuk depan masjid dan halaman depan masjid yang luas makin cantik dipadu ragam tanaman penghijauan dan penerangan lampu di setiap sudutnya, daya tampung pun cukup untuk ribuan jemaah baik untuk lantai pertama dan kedua. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}