5 Kunci Agar Sholat Khusyuk Ditengah Dinamika Hidup Mengejar Duniawi
Di era yang serba cepat ini, jam kerja terasa bergulir tanpa henti. Agenda rapat menumpuk setiap harinya, deadline tugas mengejar tanpa ampun, dan dering telepon serta tumpukan transaksi di toko seolah tiada putusnya. Dalam dinamika hidup yang begitu pekat dengan urusan duniawi, sholat sering kali berubah menjadi sekadar rutinitas gugur kewajiban karena dilakukan tergesa-gesa di sela-sela kesibukan. Padahal, Allah SWT menegaskan bahwa sholat yang dilakukan dengan benar dan penuh kekhusyukan akan membuahkan benteng diri yang mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Lalu, bagaimana cara kita menghadirkan khusyuk ketika pikiran masih dibayangi pekerjaan, bisnis, dan target bulanan?
Merujuk pada penjelasan Buya Yahya dalam tayangan Jeda Malam (Episode 32) yang berjudul 5 Cara Sholatmu Bisa Khusyuk, khusyuk bukanlah tentang menghayal tentang surga, neraka, atau membayangkan hal-hal yang tak terjangkau. Khusyuk adalah kehadiran hati dan ketenangan jiwa. Berikut adalah 5 langkah praktis untuk meraih kekhusyukan sholat di tengah padatnya aktivitas harian:
1. Pahami Makna Bacaan Atau Selami Lafaznya
Khusyuk sejatinya hadir ketika pikiran kita selaras dengan apa yang diucapkan oleh lisan.Baca setiap ayat dan bacaan sholat dengan tenang (tuma'ninah) dan pelan-pelan. Berusahalah mempelajari arti dari bacaan sholat yang kita lafalkan sehari-hari.
- Solusi bagi yang Belum Paham Bahasa Arab: Imam Al-Haddad memberikan panduan, jika belum memahami maknanya, fokuslah dan hadirkan pikiran pada lafaz yang sedang dibaca. Ketika membaca Alhamdulillahi rabbil 'alamin, hadirkan pikiran pada lafaz tersebut agar tidak melantur memikirkan dagangan atau laporan kantor.
2. Alokasikan Waktu Khusus
Kesalahan banyak orang modern adalah menjadikan sholat sebagai kegiatan sambilan. Sholat sambil menunggu panggilan telepon, sholat sambil menjaga kasir toko, atau sholat sambil menunggu masakan matang. Luangkan waktu khusus walau hanya 3 sampai 5 menit. Matikan atau heningkan ponsel (gunakan aplikasi jelajah masjid yang ada di playstore dan App Store yang dapat otomatis masuk ke mode senyap jika telah masuk waktu sholat), beri tahu teman atau pelanggan bahwa Anda sedang sholat, dan isolasi diri dari gangguan luar. Jadikan interval sholat sebagai ruang rehat total dari urusan dunia.
3. Hindari Sikap Terburu-buru dan Pageri dengan Amalan Sunnah
Ketika wudhu dilakukan tergesa-gesa, sholat pun akan ikut terburu-buru. Pikiran akan melayang pada apa yang akan dikerjakan setelah sholat seperti teringat kunci mobil, sandal, atau pesan WhatsApp yang belum terbalas. Syariat menganjurkan sholat sunnah Qabliyah sebelum sholat fardhu untuk mengondisikan jiwa agar bertransisi dari kesibukan dunia menuju penghadapan kepada Allah. Usai salam, ulur waktu sejenak untuk berdzikir dan berdoa sehingga kita tidak langsung berlari mengejar dunia.
4. Pilihlah Tempat yang Kondusif dan Batasi Gangguan Visual
Kondisi lingkungan tempat sholat sangat memengaruhi kestabilan fokus. Jika memungkinkan, utamakan sholat berjamaah di masjid yang tenang. Jika terpaksa sholat di tempat kerja atau area sekitar pasar/toko, carilah sudut yang paling tenang. Gunakan pembatas (sutrah) di depan tempat sujud agar pandangan mata tidak terdistraksi oleh lalulintas orang yang lewat.
5. Memohon Kekhusyukan Kepada Allah
Hati manusia berada di antara jemari Allah SWT. Sering kali tempat sudah sepi dan bacaan sudah dipahami, namun pikiran tetap saja melayang. Hal ini menandakan bahwa khusyuk adalah karunia (hibah/wahbi) dari Allah. Oleh karena itu, sebelum takbiratul ihram, sempatkan membaca ta'awwudz untuk berlindung dari bisikan setan yang sering datang menjelma ide-ide bisnis atau pekerjaan di dalam sholat. Berdoalah dengan tulus agar Allah melimpahkan rasa manis dan khusyuk dalam ibadah kita.
Pekerjaan, rapat, dan usaha kita tidak akan pernah habis jika terus dituruti. Namun, umur dan kesempatan untuk bersujud memiliki batasnya. Jangan biarkan kesibukan dunia merampas kenikmatan momen berdialog dengan Sang Pencipta. Dengan menata kembali niat, memperbaiki tempo bacaan, serta meluangkan waktu khusus tanpa gangguan, sholat tidak lagi menjadi beban di tengah kesibukan, melainkan menjadi sumber energi dan kedamaian jiwa untuk menghadapi beratnya ujian dunia.